Ketapang, Kalbar (kibaunews) — Puspa Perkumpulan Lawang Kekayun (PLK) Kabupaten Ketapang ikut ambil bagian dalam Seminar Kepemimpinan Perempuan yang digelar Perempuan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Ketapang, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Seminar yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Ketapang, Lantai III, mengangkat tema “Membangun Kepemimpinan Perempuan yang Berdaya, Inspiratif, dan Berkontribusi bagi Pembangunan Daerah.”
Puspa PLK di bawah koordinasi Susi Herawati, S.Pd., atau Puspa Uci, mengutus Vera Kartika, S.Pd. dan Utin Yusi Trisna Amelia, S.Sos. untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Keduanya turut aktif dalam rangkaian seminar. Keaktifan peserta bahkan mendapat apresiasi panitia berupa cendera mata.
Bagi PLK Ketapang, forum tersebut menjadi ruang penting bagi perempuan untuk memperluas wawasan, membangun jejaring dan memperkuat kapasitas, sekaligus membuka ruang pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat.

Perempuan dan Pelestarian Budaya Melayu
Ketua PLK Kabupaten Ketapang, Dipertuan Sri Tuan Guru Zunaidi Nawawi Tuan-Tuan, S.Pd.I., menyatakan dukungannya terhadap kiprah Puspa PLK dalam berbagai bidang.
Ia menyebut Puspa merupakan bagian internal PLK yang memberi ruang kepada perempuan untuk berkembang dan berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
Menurutnya, peran perempuan juga tidak dapat dilepaskan dari upaya menjaga adat, budaya, sejarah dan kearifan lokal Melayu Ketapang.
Karena itu, keterlibatan Puspa dalam kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan maupun forum peningkatan kapasitas dinilai menjadi bagian dari proses memperkuat kontribusi perempuan di daerah.
Keberagaman latar belakang anggota Puspa, kata dia, menjadi modal untuk membangun kebersamaan sekaligus memperluas jejaring pengabdian.
PLK berharap kegiatan yang membuka ruang dialog dan peningkatan kapasitas perempuan dapat terus berlangsung secara berkelanjutan. Bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang bertukar gagasan dan melahirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Bagi Puspa PLK Ketapang, semangat itu dirangkum dalam empat kata: Berdaya, Berbudaya, Berkarya, dan Berkontribusi.
Sementara bagi PLK, nilai tersebut berjalan seiring dengan komitmen untuk menjunjung adat, melestarikan budaya dan merawat kearifan lokal Melayu Ketapang.



















