Gulir untuk baca berita
Bupati dan Wakil bupati Ketapang /kibaunews.id
Example floating
Example floating
Banner bawah menu kibaunews.id
DaerahKetapang

Kabut Asap Semakin Parah di Ketapang, Jarak Pandang Terbatas Warga Keluhkan Sesak Napas

×

Kabut Asap Semakin Parah di Ketapang, Jarak Pandang Terbatas Warga Keluhkan Sesak Napas

Sebarkan artikel ini
Banner Pita Mozaik 330x60

Ketapang, Kalbar (kibaunews) — Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah kawasan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Senin (5/10/2026). Kondisi kali ini terbilang cukup pekat. Jarak pandang di sejumlah ruas jalan menurun, sementara warga mengeluhkan mata perih dan napas terasa sesak.

Kondisi tersebut terlihat di sejumlah titik dalam kota Ketapang, termasuk kawasan Simpang RSUD Agoes Djam dan Simpang Lampu Merah Polres Ketapang.

AJMI

Padahal, hujan yang disertai petir sempat mengguyur sejumlah wilayah Ketapang pada pekan lalu. Namun, beberapa hari berselang, kabut asap kembali muncul dan menebal.

Seorang ibu yang ditemui saat mengantar anaknya bersekolah di kawasan Simpang Agoes Djam mengaku khawatir dengan kondisi udara yang kembali dipenuhi asap.

Ia berharap kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat kembali diliburkan apabila kondisi udara terus memburuk.

“Kalau asap seperti ini terus, kami khawatir dengan anak-anak. Mudah-mudahan ada kebijakan untuk meliburkan sekolah kalau kembali jika memang kondisi udara sudah tidak sehat,” ujarnya.

Kabut Asap Kembali Semakin Parah di Ketapang, Jarak Pandang Terbatas Warga Keluhkan Sesak Napas pada Senin 5/10/2026/dok :kibaunews
Foto :Kabut Asap Kembali Semakin Parah di Ketapang, Jarak Pandang Terbatas Warga Keluhkan Sesak Napas ,Jalan sisingamangaraja Ketapang pada Senin 5/10/2026/dok :kibaunews

Sementara itu, seorang anggota kepolisian yang ditemui di kawasan Simpang Lampu Merah Polres Ketapang juga mengungkapkan pengamatannya setelah melintas di jalur Pelang–Indotani, sehari sebelumnya.

Menurutnya, ia melihat adanya api yang kembali menyala di kawasan lahan gambut.

“Kemarin saya lewat jalan Pelang-Indotani. Api di lahan gambut kembali menyala. Mungkin ini penyebab asap di Ketapang semakin parah,” katanya.

Munculnya kembali asap pekat menjadi sinyal bahwa persoalan kebakaran hutan dan lahan belum benar-benar selesai. Hujan yang turun pada pekan lalu juga belum otomatis menghentikan potensi kebakaran, terutama apabila masih terdapat titik panas atau bara di kawasan gambut.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai kualitas udara, lokasi titik api, serta langkah penanganan yang dilakukan pemerintah dan pihak terkait.

Kabut asap bukan sekadar persoalan jarak pandang. Ketika warga mulai mengeluhkan sesak napas dan mata perih, persoalannya telah menyentuh langsung ruang hidup masyarakat.

Pemerintah dan instansi terkait diharapkan segera memastikan sumber asap, melakukan pemantauan terhadap titik-titik rawan kebakaran, serta menyampaikan kondisi kualitas udara secara terbuka kepada masyarakat.

Publik tentu menunggu bukan hanya penanganan ketika asap sudah memenuhi kota, tetapi juga langkah pencegahan agar persoalan yang sama tidak terus berulang.(yh)

Example 120x600
Persatuan Wartawan Kalbar (PWK) Anggotab Aliansi Jurnalis Militer (AJMI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner Berita