Ketapang,Kalbar (kibaunews) — Suasana adat Melayu begitu terasa dalam pernikahan Riki Hidayat dan Fitri Indah Sari di Desa Sukamaju, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Sabtu (12/9/2026).
Prosesi pernikahan pasangan tersebut berlangsung dalam suasana meriah dan penuh kekeluargaan. Tradisi Melayu tidak sekadar menjadi pelengkap acara, tetapi hadir dalam rangkaian penyambutan hingga busana yang dikenakan para tamu.

Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah arak-arakan rombongan pengantin yang diiringi pukulan gendang tar. Irama musik tradisional tersebut menghidupkan suasana sekaligus menandai rangkaian penyambutan dalam tradisi masyarakat Melayu.
Setibanya rombongan, suasana kembali semarak dengan penampilan Silat Kutemare yang dibawakan Majlis Daulat Iranata bersama Sanggar Putra Kayong.
Pertunjukan silat tersebut menjadi salah satu bagian menarik dalam prosesi penyambutan. Gerakan silat yang sarat dengan nilai tradisi tampil di hadapan kedua mempelai dan para tamu undangan, sebelum rangkaian acara dilanjutkan dengan persembahan tarian Melayu.
Perpaduan gendang tar, Silat Kutemare dan tarian Melayu membuat suasana pernikahan terasa berbeda. Acara keluarga tersebut sekaligus menjadi ruang bagi seni dan tradisi Melayu untuk tampil secara langsung di tengah masyarakat.
Kentalnya nuansa adat juga terlihat dari pakaian para tamu. Sebagian besar undangan mengenakan busana Melayu, sehingga suasana Desa Sukamaju pada hari itu berubah menjadi sebuah perhelatan yang sarat identitas budaya.

Rombongan Mabes TNI Turut Hadir
Di tengah berlangsungnya prosesi pernikahan, hadir pula rombongan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) yang sedang berada di Ketapang dalam rangka sosialisasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Brigadir Jenderal TNI Asep Jauhari bersama rombongan menyempatkan diri hadir dan bersilaturahmi dalam acara tersebut.
Kehadiran rombongan Mabes TNI mendapat sambutan hangat dari warga dan para tamu undangan. Momen tersebut menambah warna tersendiri dalam pernikahan Riki dan Fitri yang berlangsung dalam balutan tradisi Melayu.
Bagi masyarakat yang hadir, pernikahan tersebut bukan hanya menjadi momentum sakral bagi kedua mempelai, tetapi juga memperlihatkan bagaimana tradisi masih menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Rangkaian penyambutan dengan gendang tar, Silat Kutemare, tarian Melayu hingga penggunaan busana adat menunjukkan bahwa warisan budaya tetap dapat hadir secara alami dalam berbagai momentum kehidupan masyarakat.
Pernikahan Riki Hidayat dan Fitri Indah Sari akhirnya berlangsung dalam suasana hangat dan meriah. Tradisi Melayu menjadi warna utama yang mengiringi perjalanan kedua mempelai memasuki kehidupan rumah tangga sekaligus menjadi bagian dari kebersamaan warga Desa Sukamaju pada hari tersebut.(yh)




















Respon (1)