Ketapang, Kalbar (kibaunews) — Pengurus Kabupaten (Pengkab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Ketapang mulai mematangkan kesiapan menghadapi agenda kompetisi pencak silat dengan menyosialisasikan regulasi pertandingan terbaru hasil Musyawarah Nasional (Munas) PB IPSI 2026.
Sosialisasi yang digelar di Gedung Pemuda Ketapang, Rabu (30/9/2026), diikuti 14 perguruan pencak silat. Forum ini tidak sekadar menyampaikan perubahan aturan, tetapi menjadi bagian dari upaya menyamakan pemahaman seluruh unsur pencak silat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) perangkat pertandingan di daerah.
Materi disampaikan jajaran Dewan Wasit Juri Ketapang, Berlian Alif Riski, Zulkarnain dan Munarto. Mereka membedah ketentuan pertandingan yang perlu dipahami secara seragam oleh wasit, juri, pelatih maupun perguruan.
Langkah tersebut menjadi penting karena perubahan regulasi pertandingan tidak cukup hanya diketahui oleh perangkat pertandingan. Perguruan sebagai basis pembinaan atlet juga perlu memahami ketentuan baru agar proses latihan, strategi bertanding dan kesiapan atlet tidak berjalan dengan mengacu pada aturan yang sudah berubah.
Dengan melibatkan 14 perguruan, IPSI Ketapang sekaligus membuka ruang penyamaan persepsi antara pembina atlet dan perangkat pertandingan. Keseragaman pemahaman dinilai menjadi salah satu fondasi agar penerapan regulasi di gelanggang berlangsung objektif, konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bukan Sekadar Aturan, tetapi Pembenahan SDM
Penguatan SDM wasit dan juri menjadi salah satu titik penting dalam sosialisasi tersebut.
Dalam sebuah pertandingan, kualitas atlet memang menjadi bagian utama. Namun, kualitas kompetisi juga sangat dipengaruhi kemampuan perangkat pertandingan membaca dan menerapkan regulasi secara tepat.
Perbedaan tafsir terhadap aturan berpotensi menimbulkan persoalan di gelanggang. Karena itu, pembaruan pengetahuan bagi wasit dan juri menjadi kebutuhan yang berjalan seiring dengan pembinaan atlet dan pelatih.
IPSI Ketapang tampaknya ingin memastikan perubahan regulasi tidak berhenti sebagai materi yang disampaikan dalam sebuah forum, melainkan benar-benar dipahami dan diterapkan ketika pertandingan berlangsung.
Menatap Bupati Cup II
Sosialisasi regulasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup II Ketapang yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Sekretaris Pengkab IPSI Ketapang, Yasir Arafat, SM., MAP, menyampaikan informasi mengenai kejuaraan kepada perguruan yang hadir. Sosialisasi ini menjadi ruang untuk mempersiapkan perguruan menghadapi kompetisi dengan mengacu pada ketentuan pertandingan terbaru.
Bupati Cup II bukan hanya agenda kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk menguji sejauh mana pembinaan atlet dan kesiapan perangkat pertandingan berjalan beriringan.
Karena itu, perguruan dituntut tidak hanya menyiapkan atlet. Pelatih, official dan seluruh unsur yang terlibat juga perlu memahami regulasi yang akan menjadi rujukan dalam pertandingan.
Bagi IPSI Ketapang, momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan menguji penerapan aturan baru secara lebih nyata di gelanggang.
Semakin banyak perguruan yang aktif membina atlet, semakin penting pula kesamaan standar dalam pelaksanaan pertandingan. Dari titik inilah penguatan SDM wasit dan juri serta sosialisasi regulasi kepada perguruan menjadi bagian dari pembenahan ekosistem pencak silat di Kabupaten Ketapang.
Dengan regulasi yang dipahami bersama, kompetisi diharapkan tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet yang lebih terukur dan berkelanjutan.(*red)



















