Gulir untuk baca berita
Bupati dan Wakil bupati Ketapang /kibaunews.id
Example floating
Example floating
Banner bawah menu kibaunews.id
DaerahKetapang

Intrusi Air Laut Ganggu Air Baku Sungai Pawan, Distribusi Air PDAM Sempat Terganggu

69
×

Intrusi Air Laut Ganggu Air Baku Sungai Pawan, Distribusi Air PDAM Sempat Terganggu

Sebarkan artikel ini
Foto : gambar ilustrasi Kran dan air yang dihasilkan oleh AI
Foto : gambar ilustrasi Kran dan air yang dihasilkan oleh AI
Banner Pita Mozaik 330x60

Ketapang, Kalbar (kibaunews) – Sejumlah warga Kabupaten Ketapang mengeluhkan kualitas air bersih yang disalurkan Perumdam Tirta Pawan dalam beberapa hari terakhir. Air yang mengalir ke rumah-rumah pelanggan dilaporkan terasa asin, licin saat digunakan, serta membuat sabun sulit berbusa ketika dipakai untuk mandi maupun mencuci.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Perumdam Tirta Pawan Ketapang, Lucius Yudiharto J. Saptono, membenarkan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh intrusi air laut yang masuk ke sumber air baku Sungai Pawan.

⚖️ BANTUAN HUKUM

LBH GEMA BERSATU

JL.Wr.Supratman Ketapang,Kalbar

  • ✔ Konsultasi Hukum
  • ✔ Pendampingan Perkara
  • ✔ Bantuan Hukum

Intrusi Air Laut pada air baku sungai Pawan,PDAM Ketapang sempat ganggu produksi

Lucius menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan dan pengukuran pada Senin (13/7/2026) pukul 22.00 WIB, air baku Sungai Pawan mengalami peningkatan kadar garam sehingga tidak memenuhi standar operasional untuk diproduksi menjadi air bersih.

Hasil pengukuran saat itu menunjukkan kadar garam (salt) sebesar 0,48 (sesuai pembacaan alat Perumdam), dengan nilai conductivity mencapai 8,92 mS dan Total Dissolved Solids (TDS) sebesar 5.850 ppm.

“Atas dasar hasil pengukuran tersebut, seluruh pompa produksi kami hentikan sementara sejak malam itu guna menjaga kualitas air yang diproduksi agar tetap memenuhi standar pelayanan kepada pelanggan,” ujar Lucius.

Menurutnya, penghentian sementara seluruh pompa produksi merupakan langkah yang harus diambil untuk mencegah air baku dengan tingkat salinitas tinggi masuk ke instalasi pengolahan dan selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat.

Keesokan harinya, Selasa (14/7/2026), Perumdam kembali melakukan pengukuran terhadap kualitas air baku. Hasilnya menunjukkan kondisi mulai membaik, meski belum sepenuhnya kembali normal.

Pengukuran ulang mencatat kadar garam (salt) sebesar 0,35, conductivity 6,08 mS, dan TDS 4.160 ppm.

Meski kualitas air baku mulai mengalami perbaikan, Lucius mengatakan penghentian produksi dalam beberapa waktu turut berdampak terhadap tekanan air di jaringan distribusi.

“Akibat pompa produksi berhenti cukup lama, tekanan air di jaringan ikut menurun. Proses normalisasi distribusi membutuhkan waktu hingga tekanan kembali stabil,” jelasnya.

See Also

 

Ia menambahkan, Perumdam Tirta Pawan memiliki standar operasional dalam menentukan apakah pompa produksi dapat dijalankan saat terjadi intrusi air laut.

Pompa produksi hanya dapat dioperasikan apabila kondisi air baku berada pada kategori:

Kondisi Baik, dengan kadar garam di bawah 0,05;

Kondisi Layak untuk MCK, pada kadar garam 0,05–0,10;

Kondisi Waspada, pada kadar garam 0,10–0,20.

Kantor Perumdam Tirta Pawan JL. Letnan Jenderal S. Parman, No. 110, Delta Pawan, Mulia Baru, Ketapang
Kantor Perumdam Tirta Pawan JL. Letnan Jenderal S. Parman, No. 110, Delta Pawan, Mulia Baru, Ketapang

Sementara itu, apabila hasil pengukuran telah memasuki kategori Siaga maupun Sangat Payau, seluruh pompa produksi dihentikan sebagai upaya menjaga kualitas air yang diproduksi.

Lucius juga menegaskan bahwa data yang disampaikannya merupakan hasil pengukuran beberapa hari lalu. Menurutnya, kondisi air baku saat ini terus mengalami perbaikan.

“Data yang saya sampaikan ini merupakan hasil pengukuran dua hari lalu. Saat ini kadar salt sudah kembali menurun dan kami terus melakukan pemantauan terhadap kondisi air baku,” katanya.

Perumdam Tirta Pawan memastikan pemantauan kualitas air Sungai Pawan dilakukan secara berkala. Apabila seluruh parameter telah memenuhi standar operasional, produksi air akan dioptimalkan secara bertahap hingga distribusi kembali normal.

Di sisi lain, warga berharap kondisi ini segera pulih sehingga pasokan air bersih dapat kembali lancar. Mereka juga meminta Perumdam Tirta Pawan terus menyampaikan perkembangan kondisi air baku dan proses pemulihan distribusi secara terbuka agar masyarakat memperoleh kepastian informasi terkait layanan air bersih. (js)

Example 120x600
Persatuan Wartawan Kalbar (PWK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner Berita