Ketapang, Kalbar(kibaunews)— Pemasangan plang berlogo Polri pada fasilitas sumur bor di Desa Menyumbung, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, menuai sorotan publik. Fasilitas yang disebut merupakan bantuan PT Mustika Usaha Sungai (PT MUS) itu dipertanyakan setelah muncul dokumentasi yang memperlihatkan keberadaan plang kepolisian di lokasi.
Sorotan bermula dari unggahan akun Facebook Agapit’s Tigan pada Sabtu (19/9/2026). Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa sumur bor di sekitar kediaman Kepala Desa Menyumbung telah digunakan warga selama lebih dari dua pekan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Menurut unggahan tersebut, pembangunan sumur bor merupakan bantuan PT MUS untuk memenuhi kebutuhan warga di tiga desa, yakni Senduruhan, Menyumbung, dan Benua Krio.
Persoalan kemudian muncul setelah sejumlah anggota kepolisian disebut datang ke lokasi, melakukan dokumentasi dan memasang plang berlogo Polri.

Kondisi itu memicu pertanyaan di tengah masyarakat: apakah sumur tersebut merupakan fasilitas bantuan kepolisian atau fasilitas yang dibangun pihak swasta kemudian didokumentasikan oleh kepolisian?
Pertanyaan tersebut penting dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi bahwa kontribusi pihak lain dicatat sebagai program atau capaian institusi tertentu.
Sejumlah komentar warganet juga mempertanyakan pemasangan plang tersebut. Sebagian menyindir tindakan itu sebagai bentuk penggunaan fasilitas pihak lain untuk kepentingan dokumentasi.
Namun, berbagai komentar di media sosial tersebut merupakan pendapat warganet dan belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai maksud maupun tujuan pemasangan plang.
Di tengah kondisi kekeringan dan ancaman karhutla di Ketapang, keberadaan fasilitas air bersih memang menjadi kebutuhan penting masyarakat. Karena itu, transparansi mengenai sumber pembangunan, pihak penyandang dana, serta tujuan pemasangan plang dinilai penting agar bantuan kepada masyarakat tidak menimbulkan polemik baru.
Konfirmasi telah disampaikan kepada Kapolres Ketapang melalui Kapolsek Sandai, IPTU Rio Fachriadi. Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh penjelasan resmi dari Polres Ketapang mengenai dasar pemasangan plang, status fasilitas tersebut, maupun apakah sumur bor itu bagian dari program bantuan Polri.(pwk)



















