Kayong Utara,Kalbar (kibaunews) – Penurunan tajam harga kelapa rakyat di Desa Mas Bangun, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, mulai mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Kayong Utara. Setelah sempat berada di kisaran Rp4.000 per butir, harga kelapa kini dilaporkan turun hingga sekitar Rp1.300 per butir, kondisi yang dikeluhkan petani karena berdampak langsung terhadap pendapatan mereka.
Kepala Desa Mas Bangun, Tatang Sudarma, mengatakan mayoritas masyarakat di desanya masih menggantungkan penghidupan dari perkebunan kelapa. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga serta memberikan kepastian bagi petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap komoditas kelapa rakyat. Diperlukan mekanisme yang dapat memberikan kepastian harga sehingga petani tidak terus berada dalam ketidakpastian ketika harga jatuh,” ujarnya.
See Also
Merespons kondisi tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kayong Utara, Maluru Nursalam, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi yang disampaikan masyarakat sebagai bahan evaluasi lintas sektor.
“Terima kasih atas informasinya. Sebagai bahan evaluasi, kami akan membahasnya bersama bagian perdagangan,” kata Maluru saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (14/7/2026).

Pernyataan tersebut menjadi sinyal awal bahwa pemerintah daerah akan mencermati persoalan anjloknya harga kelapa rakyat, yang tidak hanya berkaitan dengan sektor produksi, tetapi juga tata niaga dan pemasaran hasil perkebunan.
Masyarakat Desa Mas Bangun berharap evaluasi tersebut dapat berlanjut pada langkah-langkah konkret sebagai upaya menjaga stabilitas harga agar komoditas yang selama ini menjadi penopang ekonomi desa tetap memiliki nilai yang layak.(yh)


















