Ketapang, Kalbar(kibaunews)— Warga Dusun Mambuk, Desa Segar Wangi, Kecamatan Tumbang Titi, kembali melanjutkan aksi portal dan penutupan akses jalan di kawasan jembatan Sungai Landau,sabtu (16/5/2026).
Dalam aksi tersebut, warga mendirikan tenda tepat di badan jalan sebagai bentuk keseriusan mereka dalam memperjuangkan tuntutan kepada PT RSM dan BGA Group. Hingga malam hari, massa aksi terpantau terus berdatangan dan berjaga di sekitar areal tersebut

Bukan hanya kaum pria, para ibu-ibu juga terlihat hadir di lokasi aksi sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan masyarakat Dusun Mambuk. Warga datang secara bergantian untuk ikut berjaga dan mempertahankan portal yang telah dipasang sejak pagi hari.
Suasana di lokasi aksi terlihat tetap kondusif, namun warga menegaskan komitmen mereka tidak akan membuka akses sebelum adanya kejelasan dari pihak perusahaan. Sejumlah tokoh masyarakat bersama warga tampak berjaga di bawah tenda yang didirikan di tengah jalan.
Warga menyatakan tetap berpegang pada komitmen awal sejak aksi dimulai pada pagi hari, yakni menunggu kedatangan Direktur Utama PT RSM, Kamsen Saragih, untuk hadir langsung di Dusun Mambuk dan memberikan penjelasan kepada masyarakat.
See Also
Semangat Gotong Royong Tak Padam, Warga Teluk Batang Utara Bergerak Perbaiki Jembatan Rusak
Selain menuntut kehadiran pimpinan perusahaan, masyarakat juga mendesak PT RSM dan BGA Group segera menunaikan kewajiban perusahaan terkait realisasi kebun plasma 20 persen yang dikelola masyarakat melalui koperasi, serta penyelesaian persoalan Tanah Kas Desa (TKD) yang hingga kini dinilai belum memiliki kejelasan.

Menariknya, warga juga berencana melaksanakan prosesi adat pada Minggu pagi yang akan dipimpin para tetua kampung sebagai bentuk penguatan sikap dan komitmen masyarakat dalam memperjuangkan hak-hak mereka. Prosesi tersebut disebut akan dilakukan di sekitar lokasi portal dan penjagaan warga.
“Selama belum ada kepastian dan direktur utama belum datang, kami tetap bertahan di lokasi,” ujar salah seorang warga di lokasi aksi.
Aksi portal tersebut menjadi perhatian masyarakat sekitar karena berlangsung hingga malam hari dengan penjagaan yang terus dilakukan secara bergantian oleh warga Dusun Mambuk, termasuk kaum ibu yang turut bertahan di lokasi aksi.(yn)


















