Ketapang,Kalbar(kibaunews)-Kondisi lampu penerangan di dua ruang terbuka publik di Kota Ketapang, yakni Taman Kampung Bunge di Kelurahan Sampit dan Taman Pawan 1 di Kelurahan Tengah, menjadi perhatian warga karena disebut telah lama tidak berfungsi, bahkan hingga bertahun-tahun.
Bagi masyarakat, keberadaan taman kota bukan hanya pelengkap keindahan kota, tetapi juga ruang bersama untuk beristirahat, berinteraksi, berolahraga, dan menikmati suasana lingkungan yang nyaman. Karena itu, fasilitas penerangan dinilai memiliki peran penting agar taman tetap aman dan indah, terutama pada malam hari.
Seorang pengendara yang rutin melintasi kawasan Jembatan,Anton menuju Kauman mengaku kondisi di sekitar Taman Pawan 1 sering kali terlihat gelap pada malam hari. Ia berharap penerangan di kawasan tersebut dapat kembali berfungsi demi kenyamanan dan keselamatan bersama.
“Kalau malam memang cukup gelap, padahal jalan itu ramai dilalui kendaraan. Mudah-mudahan bisa segera diperbaiki supaya masyarakat merasa lebih nyaman,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Apriadi, warga Kelurahan Sampit. Ia menyoroti kondisi Taman Kampung Bunge yang berada di jalur tikungan menuju Bandara Rahadi Oesman. Menurutnya, penerangan yang memadai penting untuk membantu jarak pandang pengendara saat malam hari.
“Sudah cukup lama lampunya tidak menyala. Kalau malam suasananya gelap, terutama di area tikungan,” katanya.
Sementara itu, seorang teknisi listrik yang enggan disebutkan namanya menilai persoalan lampu taman tersebut kemungkinan bukan kerusakan yang rumit. Menurutnya, pada umumnya gangguan penerangan taman hanya berkaitan dengan komponen kendali otomatis atau pergantian lampu yang sudah tidak layak pakai.
See also
Kunjungan Kerja Dankodaeral XII di Ketapang, Perkuat Sinergi Pertahanan Maritim
“Biasanya persoalan seperti ini cukup sederhana. Bisa saja dari kendali otomatisnya seperti magnetik kontaktor, timer,photocell atau memang lampunya yang perlu diganti. Kalau ada pengecekan rutin, seharusnya bisa cepat ditangani,” jelasnya.
Ia juga menilai perawatan berkala penting dilakukan agar fasilitas ruang publik tetap berfungsi dengan baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
Selain dua taman tersebut, sejumlah warga juga menilai beberapa taman lain di Kota Ketapang terlihat kurang terawat, baik dari sisi penerangan maupun pemeliharaan fasilitas umum lainnya. Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian bersama agar ruang terbuka publik tetap nyaman, aman, dan layak digunakan masyarakat.
Warga berharap perhatian terhadap fasilitas taman dapat terus terpelihara sehingga fungsi ruang terbuka publik sebagai tempat atau fasilitas sosial dapat kembali berjalan optimal. Selain memperindah kawasan kota, taman yang terawat dan memiliki pencahayaan yang baik juga dinilai mampu menciptakan rasa aman dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab belum berfungsinya lampu penerangan maupun jadwal perbaikannya.(yh)


















