KETAPANG, KALBAR(kibaunews) — Hujan rintik-rintik mulai membasahi Kota Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (27/9/2026) sore. Hujan yang turun setelah kemarau panjang tersebut disambut dengan rasa syukur oleh masyarakat.
Butiran air yang jatuh perlahan menjadi pemandangan yang telah lama dinantikan. Setelah berbulan-bulan menghadapi cuaca kering, keterbatasan air dan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap di sejumlah wilayah, hujan kali ini memberi harapan baru.Bagi masyarakat Ketapang, hujan bukan sekadar perubahan cuaca. Turunnya air dari langit menjadi momentum untuk kembali berharap kondisi lingkungan berangsur membaik, sumber air kembali terisi dan ancaman karhutla dapat ditekan.
Rasa syukur juga datang dari wilayah Kecamatan Muara Pawan. Pada siang hari, hujan deras disertai petir dilaporkan mengguyur, khususnya di Desa Sukamaju.
Hujan dengan intensitas lebih tinggi tersebut menjadi kontras dengan kondisi Kota Ketapang yang pada sore harinya mendapat hujan dalam bentuk gerimis.

Setelah Kemarau dan Karhutla
Kemarau panjang sebelumnya telah memberikan tekanan terhadap kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Ketapang. Ketersediaan air menjadi salah satu persoalan yang dirasakan warga, sementara kondisi lahan yang kering turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Di tengah situasi tersebut, hujan yang turun hari ini terasa seperti penyejuk setelah penantian panjang.
Meski demikian, satu kali hujan belum serta-merta mengakhiri seluruh persoalan akibat kemarau. Masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi karhutla dan menjaga lingkungan, terutama apabila kondisi kering kembali terjadi.
Namun sore ini, warga memiliki alasan sederhana untuk bersyukur.
Langit Ketapang akhirnya kembali menurunkan hujan. Setelah kemarau panjang, rintik air itu terasa seperti kabar baik yang datang dari alam membasahi tanah, menyejukkan udara dan menghadirkan harapan bagi masyarakat.(yh)



















