Gulir untuk baca berita
Bupati dan Wakil bupati Ketapang /kibaunews.id
Example floating
Example floating
Banner bawah menu kibaunews.id
Sosial & Budaya

Zunaidi Nawawi Tekun Menjulang Tuah Adat dan Budaya di Bumi Kayong

57
×

Zunaidi Nawawi Tekun Menjulang Tuah Adat dan Budaya di Bumi Kayong

Sebarkan artikel ini
Zunaidi Nawawi berpose bersama Bupati Ketapang Alexander Wilyo / dok : istimewa
Zunaidi Nawawi berpose bersama Bupati Ketapang Alexander Wilyo / dok : istimewa
Banner Pita Mozaik 330x60

Ketapang, Kalbar(kibaunews) — Nama Zunaidi Nawawi Tuan-Tuan dikenal luas di kalangan masyarakat Kabupaten Ketapang sebagai sosok pendidik, mubaligh muda, sekaligus pegiat budaya Melayu yang aktif menjaga kelestarian adat, seni, dan tradisi lokal di tengah arus modernisasi.

Pria kelahiran 1987 asal Desa Tuan-Tuan, yang kini berstatus Kelurahan Tuan-Tuan, Kecamatan Benua Kayong,Ketapang tersebut tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menanamkan nilai agama, tunjuk ajar Melayu, serta kecintaan terhadap budaya sejak usia dini. Pendidikan agama dan keterlibatannya dalam berbagai majelis taklim sejak kecil menjadi pondasi penting dalam membentuk karakter dan pengabdiannya kepada masyarakat.

⚖️ BANTUAN HUKUM

LBH GEMA BERSATU

JL.Wr.Supratman Ketapang,Kalbar

  • ✔ Konsultasi Hukum
  • ✔ Pendampingan Perkara
  • ✔ Bantuan Hukum

Pendidikan dasar hingga Madrasah Aliyah ditempuhnya di Ketapang. Semangat menuntut ilmu kemudian membawanya hijrah ke IAIN Pontianak pada tahun akademik 2010/2011, yang saat itu masih bernama STAIN Pontianak. Dari perguruan tinggi tersebut, ia berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I).

Dalam dunia pendidikan, Zunaidi dikenal aktif mengabdi di sejumlah lembaga pendidikan, di antaranya di lingkungan Pondok Pesantren Hidayaturrahman, MTs Al-Rahman, MAN 1 Ketapang, hingga SMA Negeri 3 Ketapang. Selain mengajar, ia juga aktif membina berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, PMR, Bela Negara, seni budaya, syair dan pantun Melayu, hingga pembinaan keagamaan bagi pelajar dan pemuda.

Kecintaannya terhadap budaya Melayu telah tumbuh sejak masa kanak-kanak. Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, ia telah tampil membawakan seni bela diri tradisional Silat Kutemare khas Melayu Ketapang. Dunia syair dan pantun juga mulai digelutinya sejak dini sebagai bagian dari kecintaan terhadap sastra tradisional Melayu.

Ketika menempuh pendidikan tingkat tsanawiyah dan aliyah, ia aktif mengikuti lomba cerita bertutur hingga pertandingan berbalas pantun yang semakin mengasah kemampuan seni tutur dan pelestarian tradisi lisan. Jiwa kepemimpinannya pun mulai terlihat sejak sekolah, termasuk saat dipercaya menjadi Ketua OSIS di tingkat Tsanawiyah Negeri 1 maupun Aliyah Negeri.

Salah satu jejak pengabdian yang masih bertahan hingga kini adalah keterlibatannya sebagai pelopor berdirinya Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) di lingkungan IAIN Pontianak. Organisasi tersebut terus berkembang sebagai wadah pengabdian mahasiswa di bidang kemanusiaan.

Zunaidi Nawawi bersama istri berpose mengapit pasangan pengantin selepas menjadi MC /dok:pribadi
Zunaidi Nawawi & istri berpose mengapit pasangan pengantin selepas menjadi MC / dok:pribadi

 

See Also

Di tengah aktivitasnya, Zunaidi juga dikenal aktif terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari prosesi adat pernikahan, tepung tawar, tunangan, hingga penyelesaian perkara adat. Selama kondisi memungkinkan, ia berupaya hadir dan berkontribusi dalam kegiatan sosial budaya masyarakat Melayu Ketapang.

Dalam bidang keagamaan, ia masih aktif membina berbagai kegiatan seperti Majelis Dzikir Amaliyah Yasin Empat Puluh Satu, Ngaduk (Ngaji Duduk), pengurusan fardhu kifayah jenazah, pembinaan surau, ta’mir masjid, hingga menjadi mubaligh dan penceramah agama.

Kemampuannya sebagai Master of Ceremony (MC) dalam acara adat, keagamaan, maupun kegiatan formal dan nonformal juga membuat namanya cukup dikenal di berbagai kalangan masyarakat Ketapang. Penampilan khas dengan pakaian Teluk Belanga Melayu, pantun seloka, serta syair gulung menjadi identitas yang melekat pada dirinya.

Bagi Zunaidi Nawawi, budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Ia menilai modernisasi tidak boleh menghapus jati diri masyarakat Melayu, terutama dalam menjaga adat istiadat dan nilai kearifan lokal.

Selain aktif di lapangan, dirinya juga kerap menjadi rujukan mahasiswa dan pelajar yang melakukan penelitian terkait adat budaya Melayu Ketapang. Tidak sedikit mahasiswa yang menjadikannya narasumber untuk kebutuhan penelitian, skripsi, tesis, hingga disertasi mengenai budaya dan tradisi lokal.

Dedikasi dan konsistensinya dalam dunia pendidikan, dakwah, serta pelestarian budaya menjadikan sosok Zunaidi Nawawi Tuan-Tuan sebagai salah satu figur yang dinilai mampu menjaga marwah budaya Melayu Ketapang agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

sources :Zunaidi Nawawi

Example 120x600
Persatuan Wartawan Kalbar (PWK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner Berita