Gulir untuk baca berita
Bupati dan Wakil bupati Ketapang /kibaunews.id
Example floating
Example floating
Banner bawah menu kibaunews.id
KetapangSosial & Budaya

Semarak 10 Muharam 1448 H, PLK Ketapang Gelar Ruah Rasul, Shalawatan, dan Laitaul Hadrah untuk Lestarikan Adat Melayu

367
×

Semarak 10 Muharam 1448 H, PLK Ketapang Gelar Ruah Rasul, Shalawatan, dan Laitaul Hadrah untuk Lestarikan Adat Melayu

Sebarkan artikel ini
Banner Pita Mozaik 330x60

Ketapang,Kalbar(kibaunews) – Dalam rangka menyemarakkan Gema Muharam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Perkumpulan Lawang Kekayun (PLK) Kabupaten Ketapang kembali menggelar tradisi tahunan Ruah Rasul, Shalawatan, dan Laitaul Hadrah pada Kamis malam Jumat (25/6/2026), bertepatan dengan 10 Muharam 1448 H.

Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin setiap tahun ini berlangsung di Markas Besar Sekretariat PLK Kabupaten Ketapang, Jalan KH. Mansyur, Kecamatan Delta Pawan. Acara tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya, sekaligus sebagai upaya melestarikan adat, budaya, dan tradisi Melayu Ketapang yang telah diwariskan secara turun-temurun.

⚖️ BANTUAN HUKUM

LBH GEMA BERSATU

JL.Wr.Supratman Ketapang,Kalbar

  • ✔ Konsultasi Hukum
  • ✔ Pendampingan Perkara
  • ✔ Bantuan Hukum

PLK Ketapang

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Amaliah Yasin Empat Puluh Satu yang diikuti jamaah Majelis Dzikir Amaliah Yasin Empat Puluh Satu Tuan-Tuan Ketapang. Suasana khusyuk kemudian berlanjut dengan prosesi doa Ruah Rasul yang ditandai dengan penyajian salai ayam kampung di atas nasi pulut kuning sebagai bagian dari tradisi yang masih dijaga oleh masyarakat Melayu Ketapang.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan prosesi Laitaul Hadrah yang diiringi tabuhan rebana dan gendang hadrah oleh Dewan Hadrah PLK Kabupaten Ketapang. Lantunan shalawat yang menggema menambah kekhidmatan malam 10 Muharam sekaligus mempererat tali silaturahmi antarsesama.

Kegiatan tersebut dihadiri keluarga besar PLK Kabupaten Ketapang, mulai dari Dewan Pengawas, Dewan Pembina, Dewan Penasehat, jajaran pengurus, Wira-Wira, Puspa-Puspa, Laskar-Laskar, hingga Serikat PLK. Turut hadir pula sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi yang selama ini aktif dalam pelestarian adat dan budaya Melayu serta Bugis di Kabupaten Ketapang.

Dipertuan Sri Tuan Guru Zunaidi Nawawi Tuan-Tuan, S.Pd.I., bersama Putra Penyangga Tanjungpura Wira Rion Sardi, Sekretaris Jenderal Wira Setia Negeri Dedy Wahyudi, S.I.P., dan Wira Bandar Negeri Lukmanul Hakim, S.Pd., turut menegaskan komitmen untuk terus menjaga serta mengembangkan nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal Melayu di Bumi Jangak Tanah Tuah Ketapang.

Ketua Perkumpulan Lawang Kekayun (PLK) Kabupaten Ketapang, Dipertuan Sri Tuan Guru Zunaidi Nawawi Tuan-Tuan, S.Pd.I., mengatakan bahwa Ruah Rasul, Shalawatan, dan Laitaul Hadrah bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan bagian dari ikhtiar merawat jati diri masyarakat Melayu yang berpijak pada nilai-nilai Islam dan adat istiadat.

“Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus ikhtiar untuk menjaga warisan budaya Melayu yang telah diwariskan para leluhur. Tradisi seperti Ruah Rasul, shalawatan, dan hadrah harus terus hidup karena di dalamnya terkandung nilai persaudaraan, kebersamaan, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta penghormatan terhadap adat yang selaras dengan syariat Islam,” ujarnya.

Menurutnya, PLK akan terus berkomitmen menjadi wadah pelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

“Kami berharap generasi muda tidak hanya mengenal budaya Melayu sebagai sejarah, tetapi juga ikut menghidupkan dan melestarikannya dalam kehidupan sehari-hari. Budaya yang berlandaskan akhlak, adab, dan nilai-nilai Islam merupakan identitas yang harus terus dijaga bersama,” tambah Zunaidi.

PLK Ketapang

Dalam kesempatan tersebut, PLK Kabupaten Ketapang juga mengajak masyarakat untuk menghadiri Pencucian Pusaka Melayu Bugis yang akan dilaksanakan pada Ahad malam Senin, 28 Juni 2026, ba’da Isya, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Ketapang.

Selain menjadi bagian dari pelestarian budaya, kegiatan itu juga akan dirangkai dengan jamuan makan durian gratis sepuasnya yang dapat dinikmati di lokasi oleh seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir. Panitia menegaskan kegiatan tersebut terbuka untuk umum dengan tetap menjunjung tinggi adab, sopan santun, dan semangat persaudaraan.

“Kami mengundang seluruh masyarakat Ketapang untuk hadir. Mari kita jadikan momentum ini sebagai sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, dan bersama-sama menjaga warisan adat budaya Melayu agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang,” tutup Zunaidi.

Melalui penyelenggaraan Ruah Rasul, Shalawatan, Laitaul Hadrah, hingga Pencucian Pusaka Melayu Bugis, PLK Kabupaten Ketapang berharap nilai-nilai religius, persaudaraan, dan budaya Melayu terus tumbuh di tengah masyarakat sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya daerah.(yh)

Example 120x600
Persatuan Wartawan Kalbar (PWK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner Berita