Ketapang, Kalbar(kibaunews) -Proyek pembangunan Jembatan Kerangka Baja Riam Kota di Desa Periangan, Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang, hingga kini belum juga rampung. Kondisi jembatan yang terbengkalai tersebut dikeluhkan masyarakat karena dinilai menghambat akses ekonomi, transportasi, dan aktivitas warga antar desa.
Di lokasi pembangunan, struktur beton serta rangka baja jembatan tampak berdiri tanpa penyelesaian. Sejumlah bagian bahkan mulai mengalami korosi akibat terlalu lama tidak dilanjutkan pengerjaannya. Situasi itu memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat terkait kelanjutan proyek yang telah lama dinantikan warga pedalaman Jelai Hulu.
Masyarakat menilai mandeknya pembangunan jembatan berdampak langsung terhadap distribusi hasil perkebunan dan pertanian. Komoditas seperti kelapa sawit, karet, serta hasil kebun lainnya menjadi sulit diangkut karena akses utama belum dapat dilalui kendaraan.
Selain memperlambat roda ekonomi masyarakat, kondisi tersebut juga membuat konektivitas antar desa terganggu. Selama ini warga masih bergantung pada jembatan gantung untuk menyeberang, sementara kendaraan pengangkut hasil panen terpaksa memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh dan membutuhkan biaya operasional lebih besar.
Warga juga menyoroti potensi kerugian negara apabila proyek tersebut terus dibiarkan tanpa kepastian penyelesaian. Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar pembangunan Jembatan Riam Kota dapat kembali dilanjutkan pada tahun 2026.
Baca Juga
Sekretaris Camat Jelai Hulu, David Sugian, S.Ip, mengatakan pemerintah desa bersama tokoh masyarakat sebenarnya telah beberapa kali melakukan upaya koordinasi dan audiensi dengan pihak terkait.
“Beberapa kepala desa dan tokoh masyarakat sudah berupaya memperjuangkan penyelesaian pembangunan melalui audiensi ke dinas terkait. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan lanjutan pengerjaan. Masyarakat tentu berharap jembatan ini bisa segera diselesaikan karena sangat penting bagi aktivitas ekonomi warga,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan jembatan permanen tersebut sangat dibutuhkan untuk membuka keterisolasian wilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat di Kecamatan Jelai Hulu.
Warga berharap proyek Jembatan Kerangka Baja Riam Kota tidak terus menjadi simbol pembangunan terbengkalai di wilayah pedalaman Ketapang, melainkan segera dituntaskan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.
Informasi ini dilansir dari unggahan akun Facebook Kecamatan Jelai Hulu.


















