Ketapang,Kalbar(kibaunews)— Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ketapang tidak hanya dilakukan oleh petugas di lapangan. Bupati Ketapang Alexander Wilyo turut turun langsung membantu proses pemadaman di lokasi kebakaran.
Di tengah kondisi lahan yang masih mengeluarkan asap dan sejumlah titik api, Alexander terlihat bersama personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan, serta tim Satgas Karhutla.
Bupati bahkan ikut memegang selang dan mengarahkan semprotan air ke titik-titik yang masih terbakar. Kehadirannya di lapangan menjadi bentuk dukungan langsung kepada petugas yang sejak pagi berjibaku mengendalikan api.
Setelah api mulai berhasil dikendalikan, suasana di lokasi berubah lebih santai. Alexander memilih beristirahat dan makan bersama para petugas di atas lahan yang sebelumnya terbakar.
Tanpa sekat jabatan, kepala daerah dan personel pemadam duduk bersama menikmati makanan sederhana. Momen tersebut menjadi gambaran kebersamaan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla di Ketapang.
“Sebungkus nasi mungkin terlihat sederhana. Tetapi ketika disantap bersama setelah kita berjuang memadamkan api, kebersamaan seperti ini menjadi energi yang luar biasa. Di sini tidak ada perbedaan jabatan, kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga Ketapang,” ujar Alexander.
Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama seluruh pihak. Tidak hanya mengandalkan peralatan pemadam, tetapi juga kepedulian masyarakat dan koordinasi antarpihak agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas.
Kehadiran Bupati di tengah petugas juga menunjukkan bahwa penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, aparat, relawan dan masyarakat diharapkan terus memperkuat upaya pencegahan maupun pemadaman di lapangan.
Di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya ancaman Karhutla, sinergi menjadi salah satu kunci untuk melindungi lingkungan serta permukiman warga dari dampak kebakaran.


















