Ketapang,Kalbar(kibaunews)— Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Kuala Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara (MHU), berlangsung cepat setelah api dilaporkan mendekati kawasan SMA Negeri 1 Matan Hilir Utara, Sabtu (5/9/2026).
Bupati Ketapang bersama Dandim 1203/Ketapang tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB. Keduanya langsung turun ke titik kebakaran dan ikut mengoperasikan selang pemadam untuk mengendalikan api yang membakar lahan gambut.
Medan yang sulit serta kepulan asap pekat menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Namun, upaya pemadaman yang dilakukan secara bersama-sama berhasil mengendalikan kobaran api sehingga tidak meluas ke kawasan bangunan sekolah.
Penanganan di lapangan melibatkan Kapolsek MHU, Camat MHU, Kepala Desa Kuala Tolak, serta personel gabungan TNI-Polri, BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Manggala Agni dan relawan masyarakat.
Tak hanya berfokus pada pemadaman, tim di lapangan juga menyelamatkan seekor ular piton berukuran sekitar enam meter yang terjebak di tengah semak-semak yang terbakar.
Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terdampak asap turut menjadi perhatian. BPBD bersama Dishub dan Karang Taruna menyalurkan air bersih ke permukiman warga di kawasan Jalan Sungai Jahak.
Tim Puskesmas bersama Karang Taruna dan Barisan Pendekar Wira Utama (BPWU) juga membagikan masker kepada masyarakat sebagai langkah mengurangi dampak paparan asap Karhutla.
Setelah api berhasil dikendalikan, suasana di lokasi berangsur lebih tenang. Para personel yang sejak siang berjibaku di lapangan kemudian beristirahat bersama dengan menikmati makanan sederhana secara lesehan di sekitar lokasi.
Kebersamaan tersebut menjadi bagian dari penanganan Karhutla yang tidak hanya mengandalkan satu unsur, tetapi membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, aparat, petugas teknis dan masyarakat.



















Respon (1)