Gulir untuk baca berita
Bupati dan Wakil bupati Ketapang /kibaunews.id
Example floating
Example floating
Banner bawah menu kibaunews.id
DaerahLampungPemerintahSosial & Budaya

Tugu Rusak, Revitalisasi Rp30 Miliar Masih Misteri

22
×

Tugu Rusak, Revitalisasi Rp30 Miliar Masih Misteri

Sebarkan artikel ini
Dok.F/ Gambar tugu Pancasila Kalianda Lampung Selatan
Banner Pita Mozaik 330x60

Lampung Selatan (Kibaunews) – Semarak musik dan ramainya pengunjung mewarnai Pentas Seni Desa Helau yang digelar di kawasan Bundaran Tugu Pancasila, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Jumat malam (19/6/2026). Kegiatan yang sekaligus menjadi ajang sosialisasi program desa tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan pelaku usaha kecil yang berjualan di sekitar lokasi.

Pentas seni itu dinilai berhasil menghidupkan kembali suasana pusat Kota Kalianda yang belakangan relatif sepi dari kegiatan hiburan masyarakat. Kehadiran ratusan pengunjung turut menggerakkan roda perekonomian warga, terutama pedagang dan pelaku UMKM yang memanfaatkan keramaian acara.

⚖️ BANTUAN HUKUM

LBH GEMA BERSATU

JL.Wr.Supratman Ketapang,Kalbar

  • ✔ Konsultasi Hukum
  • ✔ Pendampingan Perkara
  • ✔ Bantuan Hukum

Namun di balik semarak panggung hiburan, kondisi Bundaran Tugu Pancasila justru menjadi sorotan publik.

Masyarakat menilai salah satu ikon Kabupaten Lampung Selatan tersebut tampak kurang terawat. Lampu penerangan air mancur yang sebelumnya mempercantik kawasan pada malam hari sudah tidak berfungsi. Air mancur yang menjadi daya tarik pengunjung juga terlihat tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Tak hanya itu, kerusakan pada Tugu Pancasila akibat aksi vandalisme yang terjadi beberapa bulan lalu hingga kini belum terlihat adanya perbaikan. Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat mengenai perhatian pemerintah daerah terhadap aset dan ikon daerah yang berada di pusat ibu kota kabupaten.

Ironisnya, ketika kawasan tersebut kembali ramai dikunjungi masyarakat melalui berbagai kegiatan hiburan, wajah Bundaran Tugu Pancasila justru masih menyisakan sejumlah persoalan yang belum terselesaikan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan, I Nyoman Setiawan, saat dikonfirmasi di lokasi mengatakan saat ini belum tersedia anggaran untuk pemeliharaan tugu, monumen maupun fasilitas penerangan di kawasan tersebut.

Di sisi lain, Nyoman mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah merencanakan revitalisasi menyeluruh kawasan Bundaran Tugu Pancasila dengan konsep pembangunan Alun-Alun Kalianda. Program tersebut disebut akan menggunakan anggaran sekitar Rp30 miliar yang bersumber dari APBD Tahun 2026.

Namun, rencana besar tersebut masih menyisakan banyak pertanyaan. Selain belum diketahui kapan pelaksanaannya dimulai, konsep revitalisasi yang akan diterapkan juga belum dijelaskan secara rinci kepada publik.

Bahkan, Nyoman mengaku tidak mengetahui secara pasti jadwal pelaksanaan revitalisasi karena proyek tersebut berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan.

Ia juga belum dapat memastikan apakah Tugu Pancasila yang saat ini berdiri di kawasan tersebut akan dipertahankan dan dipugar, atau justru akan diubah dalam konsep pembangunan baru yang sedang dirancang pemerintah daerah.

Kondisi ini memunculkan kesan belum adanya kejelasan arah pengelolaan kawasan Bundaran Tugu Pancasila. Di satu sisi pemerintah daerah telah melempar wacana revitalisasi dengan nilai anggaran yang cukup fantastis, namun di sisi lain kerusakan yang ada saat ini masih belum mendapatkan penanganan.

Situasi tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai koordinasi antarorganisasi perangkat daerah dalam pengelolaan aset publik. Hingga kini belum terlihat adanya penjelasan resmi mengenai siapa pihak yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan kawasan tersebut, termasuk perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan.

Sementara itu, Dinas Pariwisata berencana menjadikan pentas seni sebagai agenda rutin setiap Jumat malam. Untuk mendukung kegiatan tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 juta setiap pelaksanaan yang digunakan untuk kebutuhan konsumsi, penyediaan sound system, dan honor personel band.

Bagi masyarakat, hadirnya hiburan dan ruang publik yang hidup tentu menjadi hal positif. Namun pemerintah daerah juga diharapkan tidak mengabaikan kondisi fasilitas yang menjadi wajah Kota Kalianda.

Sebab, sebesar apa pun rencana revitalisasi yang akan dibangun di masa depan, publik tetap menunggu langkah nyata pemerintah dalam merawat dan memperbaiki aset daerah yang sudah ada saat ini. Hingga kini, harapan itu masih menggantung bersama tanda tanya besar mengenai kapan revitalisasi Rp30 miliar tersebut benar-benar diwujudkan.(Tim**)

Example 120x600
Persatuan Wartawan Kalbar (PWK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner Berita