Gulir untuk baca berita
Bupati dan Wakil bupati Ketapang /kibaunews.id
Example floating
Example floating
Banner bawah menu kibaunews.id
KetapangSosial & Budaya

Jaga Warisan Leluhur, Masyarakat Melayu-Bugis Ketapang Persiapkan Pencucian Pusake Tanah Kayong

88
×

Jaga Warisan Leluhur, Masyarakat Melayu-Bugis Ketapang Persiapkan Pencucian Pusake Tanah Kayong

Sebarkan artikel ini
Banner Pita Mozaik 330x60

Ketapang,Kalbar(kibaunews) – Semangat persaudaraan dan pelestarian budaya mewarnai rapat persiapan kegiatan Pencucian Pusake Tanah Kayong yang digelar pada Rabu malam (3/6/2026) di Balai Peranginan Putra Penyangga Tanjung Pura, Gang Mente Permai, Paya Kumang, Kabupaten Ketapang.

Kegiatan yang akan dilaksanakan pada 28 Juni 2026 atau bertepatan dengan 13 Muharram 1448 Hijriah tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi masyarakat Melayu dan Bugis sekaligus menjaga warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun oleh para leluhur.

⚖️ BANTUAN HUKUM

LBH GEMA BERSATU

JL.Wr.Supratman Ketapang,Kalbar

  • ✔ Konsultasi Hukum
  • ✔ Pendampingan Perkara
  • ✔ Bantuan Hukum

Sebelum rapat teknis ini berlangsung, panitia pelaksana telah dibentuk melalui pertemuan sebelumnya. Dalam susunan kepanitiaan yang telah disepakati, Rion Sardi dipercaya sebagai Ketua Panitia dan Heri Iskandar sebagai Sekretaris Panitia. Keduanya diberi amanah untuk mengoordinasikan seluruh persiapan kegiatan bersama organisasi dan komunitas yang terlibat.

Rapat dihadiri oleh berbagai organisasi dan komunitas yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya, sejarah, dan pusaka tradisional, di antaranya PLK Kabupaten Ketapang, Barisan Pemuda Melayu, Daulat Iranata, PLK-NMT, Sanggar Putra Kayong, LPM(Laskar Pemuda Melayu), Forum Komunikasi Orang Bugis (FKOB), POM(Persatuan Orang Melayu), HPMB(Himpunan Pemuda Melayu Borneo,.,H.Mar’ie,S.Pd Ketua MABM Kecamatan Sungai Laur serta tokoh adat dan tokoh budaya.

rapat persiapan kegiatan Pencucian Pusake Tanah Kayong yang digelar pada Rabu malam (3/6/2026) di Balai Peranginan Putra Penyangga Tanjung Pura, Gang Mente Permai, Paya Kumang, Kabupaten Ketapang.
Rapat persiapan kegiatan Pencucian Pusake Tanah Kayong yang digelar pada Rabu malam (3/6/2026) di Balai Peranginan Putra Penyangga Tanjung Pura, Gang Mente Permai, Paya Kumang, Kabupaten Ketapang/dok : istimewa

Ketua Panitia, Rion Sardi, mengatakan kegiatan Pencucian Pusake Tanah Kayong lahir dari semangat kebersamaan berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan pusaka daerah.

“Pencucian Pusake Tanah Kayong merupakan inisiatif bersama. Kegiatan ini bukan hanya tentang menjaga dan merawat pusaka, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan antara masyarakat serta seluruh komunitas yang memiliki perhatian terhadap pelestarian pusaka dan sejarah daerah,” ujarnya.

Menurut Rion, keterlibatan berbagai organisasi dalam persiapan kegiatan menunjukkan adanya komitmen bersama untuk menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat Ketapang.

Sementara itu, Sekretaris Panitia, Heri Iskandar, menjelaskan bahwa rapat difokuskan pada pemantapan konsep kegiatan, pembagian tugas, serta koordinasi lintas organisasi agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan baik.

“Ke depan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan semata. Lebih dari itu, Pencucian Pusake Tanah Kayong harus mampu menyatukan semangat kebersamaan dan melahirkan langkah-langkah kongkrit dalam menjaga, merawat, dan memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda,” katanya.

Ketua Komunitas Daulat Iranata, Ira Syahroni, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai budaya merupakan jembatan yang mampu menyatukan berbagai kelompok masyarakat tanpa memandang latar belakang organisasi maupun komunitas.

Ira Syahroni/Wak ira Ketua komunitas Daulat Iranata/ dok : kibaunews.id
Ira Syahroni/Wak ira ,Ketua komunitas Daulat Iranata saat hadir dalam rapat persiapan Pencucian Pusake Tanah Kayong (3/5) / dok : kibaunews.id

“Kegiatan seperti ini penting untuk terus dijaga karena mampu memperkuat rasa persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap warisan budaya yang menjadi identitas kita bersama. Budaya adalah perekat yang menyatukan masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu,Tokoh Melayu Bugis, Pitriadi S. Hut,M.Si, menilai hubungan harmonis antara masyarakat Melayu dan Bugis di Ketapang telah terjalin sejak lama dan menjadi bagian dari sejarah daerah.

“Kebersamaan Melayu dan Bugis bukan sesuatu yang baru. Hubungan itu telah terjalin sejak zaman para leluhur dan terus terjaga hingga sekarang. Karena itu, kami mendukung penuh kegiatan ini sebagai simbol persatuan, kekompakan, dan penghormatan terhadap warisan budaya yang telah diwariskan kepada kita,”ujar salah satu pendiri PLK-NMT ini.

Dalam rapat tersebut, peserta juga membahas sejumlah agenda teknis pelaksanaan kegiatan, mulai dari susunan acara, pelibatan komunitas budaya, publikasi kegiatan, hingga upaya mendorong partisipasi generasi muda agar lebih mengenal sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang terkandung dalam pusaka tradisional.

Dalam rapat tersebut, panitia juga membahas lokasi pelaksanaan kegiatan. Sejauh ini, Pencucian Pusake Tanah Kayong direncanakan akan dilaksanakan di Keraton Matan Tanjungpura Mulia Kerta. Namun demikian, rencana tersebut masih dalam tahap komunikasi dan koordinasi dengan pihak keraton serta para pemangku adat terkait, sehingga lokasi pelaksanaan akan dipastikan setelah seluruh proses komunikasi mencapai kesepakatan bersama.

Panitia berharap Pencucian Pusake Tanah Kayong 2026 tidak hanya menjadi agenda budaya dalam menyambut Tahun Baru Hijriah, tetapi juga menjadi ruang pemersatu masyarakat, memperkuat ukhuwah, serta menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari jati diri Bangsa.(yh)

Example 120x600
Persatuan Wartawan Kalbar (PWK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner Berita