Ketapang, Kalbar (Kibaunews) – Memasuki hari ke-12 aksi damai warga Dusun Mambuk, Desa Segar Wangi, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah justru menjadi momentum kebersamaan bagi warga yang masih bertahan di portal aksi, Rabu (27/5/2026).
Di tengah suasana Idul Adha, warga tetap bergantian menjaga portal yang selama ini menjadi simbol perjuangan mereka dalam menyampaikan tuntutan kepada PT RSM BGA Group. Meski jauh dari suasana perayaan seperti biasanya, warga memilih tetap berkumpul di lokasi aksi sambil menjaga solidaritas dan kebersamaan.

Sejak pagi usai Salat Ied, warga mulai berdatangan membawa makanan sederhana seperti ketupat dan lauk-pauk. Mereka duduk bersama di bawah rindangnya pohon sawit, makan sambil berbincang santai dalam suasana penuh kekeluargaan.
Elon, Darni, dan Pak Etam Biru termasuk di antara warga yang hadir di lokasi portal. Kehadiran mereka menambah hangat suasana Idul Adha yang berlangsung sederhana namun tetap penuh kebersamaan.
“Walaupun hari raya, kami tetap bertahan di sini. Ini bentuk kebersamaan dan keteguhan warga Mambuk dalam memperjuangkan tuntutan kepada PT RSM BGA Group,” ujar Pak Etam.

Warga menegaskan aksi yang dilakukan bukan untuk memancing keributan, melainkan bentuk perjuangan damai masyarakat dalam memperjuangkan hak yang mereka yakini. Hingga hari ke-12, warga masih bertahan secara bergantian siang dan malam menjaga lokasi portal.
Suasana di lokasi pun terlihat santai tanpa adanya ketegangan. Anak-anak tampak bermain di sekitar area portal, sementara kaum ibu menyiapkan makanan bagi warga yang berjaga. Keadaan tersebut lebih menyerupai pertemuan keluarga besar masyarakat kampung.
Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Segar Wangi, Suryadi Oland, mengatakan warga Mambuk masih mengedepankan jalur komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi. Menurutnya, kedatangan Kamsen Saragih juga masih menjadi harapan warga sebagai bagian dari upaya penyelesaian persoalan tersebut.

Ia menyebutkan, pada Kamis (28/5/2026), dirinya bersama sekitar 50 warga dijadwalkan berangkat ke Ketapang untuk melakukan audiensi pada 29 Mei mendatang.
Di sisi lain, media juga memperoleh informasi dari salah satu sumber bahwa beberapa tokoh warga disebut telah bertemu dengan Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, beberapa hari lalu.

“Kami berharap ada jalan penyelesaian yang baik dan masyarakat bisa mendapatkan kepastian. Warga juga tetap kami imbau menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif,” kata Suryadi Oland.
Bagi warga Mambuk, Idul Adha tahun ini mungkin dirayakan secara sederhana di bawah tenda portal. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan semangat kebersamaan, keteguhan sikap, dan harapan agar perjuangan mereka mendapatkan penyelesaian yang adil.(js)


















