Kediri,Jatim(kibaunews) – Kediri Creative Hub mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Kediri melalui kolaborasi antarkomunitas dan jejaring Indonesia Creative Cities Network (ICCN). Upaya tersebut ditegaskan Harianto saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) ICCN Jawa Timur di Blitar, 17–18 Oktober 2026.
Partisipasi Kediri Creative Hub dalam forum tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 23–24 Oktober 2026.
Harianto menjelaskan, Rakorda ICCN Jawa Timur menjadi ruang koordinasi bagi jejaring ekonomi kreatif dari berbagai daerah untuk memperkuat kerja sama dan menyatukan langkah menjelang Rakornas. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak bersama Ketua Harian ICCN Fiki.
“Rakorda di Blitar ini tanggal 17–18 Oktober 2026 adalah Rakorda se-Jawa Timur. Jejaring-jejaring ICCN, termasuk Kediri Creative Hub, mengikuti acara ini,” ujar Harianto.
Menurut dia, pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan keterlibatan aktif komunitas serta kolaborasi lintas daerah. Karena itu, keikutsertaan Kediri Creative Hub tidak sekadar memenuhi agenda organisasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perkembangan ekonomi kreatif Kota Kediri kepada publik yang lebih luas.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Harianto juga berkesempatan menyampaikan perkembangan ekonomi kreatif Kota Kediri melalui wawancara podcast TVRI. Ia berharap jejaring ICCN di Jawa Timur semakin berkembang dan mampu membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan di daerah masing-masing.
“ICCN tentu berharap jejaring se-Jawa Timur bisa tumbuh dan mampu berkolaborasi untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif di daerah masing-masing,” katanya.
*Harianto Soroti Dukungan Pemerintah untuk Pelaku Ekonomi Kreatif*
Harianto menilai komunitas kreatif di Kota Kediri memiliki modal sosial yang kuat melalui kekompakan dan berbagai bentuk kolaborasi yang telah berjalan. Potensi tersebut, menurut dia, perlu diperkuat melalui dukungan pemerintah daerah agar kegiatan kreatif dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
Ia mengungkapkan, dirinya baru-baru ini dipilih Pemerintah Kota Kediri sebagai salah satu tokoh kreatif di bidang perfilman. Pengakuan tersebut dinilainya menjadi dorongan untuk terus mengembangkan potensi perfilman dan memperluas ruang kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif.
Harianto juga menyebut apresiasi dari Raffi Ahmad, yang menurut keterangannya menjabat Wakil Ketua Umum ICCN tingkat nasional. Meski demikian, ia mengakui Kediri Creative Hub hingga kini belum memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah daerah.
“Pemerintah sudah mengetahui bahwa dengan adanya Kediri Creative Hub ini, ke depan akan terbentuk ekosistem ekonomi kreatif di Kota Kediri. Notabene, ini abadnya ekonomi kreatif,” tutur Harianto.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memperkuat dukungan melalui kebijakan dan fasilitasi yang membuka peluang bagi komunitas untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun usaha profesional. Menurut dia, ekonomi kreatif tidak lagi sekadar kegiatan berdasarkan hobi, melainkan telah menjadi profesi dan sumber penghidupan bagi sebagian pelakunya.
“Artinya, kita ini bukan penghobi ekonomi kreatif, tetapi pelaku yang sudah menjadikan bidang ini sebagai profesi,” tegasnya.
Ekonomi Kreatif Dinilai Sejalan dengan Konsep Ngangeni
Harianto berpandangan, pengembangan ekonomi kreatif juga dapat mendukung visi Kota Kediri melalui konsep Ngangeni, yakni menjadikan kota tersebut memiliki daya tarik sehingga masyarakat dari luar daerah tertarik untuk berkunjung kembali.
Menurut dia, daya tarik kota tidak hanya bergantung pada kuliner. Penataan ruang, pemandangan, serta keberadaan lokasi yang menarik secara visual juga dapat menjadi bagian dari potensi yang dikembangkan melalui kreativitas komunitas.
“Mbak Wali punya visi misi Ngangeni, artinya menciptakan suatu wilayah yang menarik untuk selalu dikunjungi, baik dari sisi kuliner, tata ruang, pemandangan, maupun spot-spot dan view yang mampu membuat orang dari luar ingin terus datang,” jelasnya.
Ia menilai, sinergi antara komunitas kreatif dan pemerintah daerah dapat membuka peluang untuk mengembangkan potensi tersebut menjadi daya tarik kota. Kolaborasi juga dinilai penting agar berbagai inisiatif komunitas tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terhubung dalam ekosistem yang saling mendukung.
Pada akhir wawancara, Harianto menyampaikan apresiasi kepada ICCN tingkat nasional atas komunikasi dan perhatian terhadap perkembangan jejaring di daerah, termasuk Kediri Creative Hub. Ia mengatakan, berbagai kendala yang dihadapi komunitas selama ini dikomunikasikan kepada ICCN nasional untuk mendapatkan masukan dan solusi.
Harianto berharap jejaring ICCN Jawa Timur semakin solid dalam memperkuat kerja sama lintas daerah. Dengan keterlibatan komunitas, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, pengembangan ekonomi kreatif diharapkan mampu membuka peluang usaha, memperkuat potensi lokal, serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Kota Kediri.(jsd)



















