Gulir untuk baca berita
Bupati dan Wakil bupati Ketapang /kibaunews.id
Example floating
Example floating
Banner bawah menu kibaunews.id
DaerahLampung

Tambal Sulam Jalan Provinsi Penghubung Kecamatan penengahan – Ketapang Anggota DPRD kabupaten Lampung Selatan Angkat Bicara

×

Tambal Sulam Jalan Provinsi Penghubung Kecamatan penengahan – Ketapang Anggota DPRD kabupaten Lampung Selatan Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
Dok.F Maulana
Banner Pita Mozaik 330x60

Lampung Selatan (kibaunews) – Perbaikan ruas jalan dari Perapatan Gayam menuju Ketapang menuai sorotan masyarakat hingga anggota DPRD kabupaten Lampung Selatan karena dinilai tidak profesional dan asal-asalan, Kamus (24/9/2026).

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, kualitas pengerjaan jauh dari standar yang layak. Aspal yang digunakan bertekstur kasar dan dinilai kurang memenuhi syarat mutu.

AJMI

Pengerjaan juga tidak konsisten dan terlihat setengah-setengah. Sebagian titik yang sudah digali dan ditimbun tanah atau kerikil justru tidak dilapisi aspal sama sekali. Sebaliknya, beberapa lubang yang sudah ditandai dengan pilok cat putih sebagai lokasi perbaikan tidak digali maupun ditimbun, sehingga kerusakan tetap ada dan membahayakan pengendara.

Selain itu, sepanjang ruas jalan tersebut tidak ditemukan papan informasi pekerjaan yang mencantumkan sumber anggaran, nilai proyek, pelaksana, maupun jangka waktu pengerjaan. Hal ini mempersulit masyarakat untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut dan dari mana dana yang digunakan berasal.

Widodo Anggota DPRD kabupaten Lampung Selatan Komisi II Praksi Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan berterimakasih atas perbaikan jalan dari provinsi untuk wilayahnya.

” Saya anggota DPRD kabupaten Lampung Selatan dan berdomisili di daerah Ketapang berterimakasih atas pengerjaan tambak sulam yang di desa tetaan, karangsari dan Sri Pendowo.” Papar Widodo

 

See Also

 

Namun dirinya menyayangkan hasil pekerjaan tersebut, di karnakan bahan yang di gunakan diduga kurang layak untuk jalan lintas yang di kerjakan,

” Ada beberapa titik yang belum di kerjakan, yakni di area pemakaman desa Karangsari sampai Siring dalam belum di kerjakan sementara dari sing dalam sampai Sri Pendowo itu sudah di kerjakan, itu yang jadi pertanyaan masyarakat di desa karang sari dan warga Sri Pendowo kenapa pekerjaan tersebut di putus atau di putus-putus di sini dikerjakan disini tidak lalu di lanjutkan pekerjaan,” ungkap kecewa Anggota DPRD kabupaten Lampung Selatan

Dirinya berharap mewakili aspirasi masyarakat agar di perjelas, yang mana di sepanjang jalan sudah di garis/ di tandai Pilok warna putih, serta ada bekas tambalan semen hasil gotong royong warga, agar di perbaiki lagi.

” Pengerjaan kurang jelas beberapa hari, yang pasti pekerjaan yang belum di selesaikan yang sudah di garis-garis, serta yang sudah di timbun dengan koral yang belum di aspal tolong segera di perbaiki karena itu lebih membahayakan pengendara motor bisa terjatuh, ucap Widodo

Tindak lanjut hal tersebut dirinya akan menghubungi rekanan akan di pertanyaan mengapa pekerjaan tersebut janggal seperti itu.

” Saya sementara akan menanyakan kepada pihak rekanan kenapa masih ada lubang yang belum di kerjakan,” tegas anggota DPRD komisi II

Harapan dari masyarakat perbaikan tambal lubang atau tambal sulam dari simpang gayam Penengahan hingga Simpang Lima kecamatan Ketapang,

” Masyarakat mengharapkan pekerjaan Tambal sulam dari simpang gayam sampai Ketapang, sehingga jalan provinsi dari simpang gayam hingga Simpang Lima ketapang bisa di lalui masyarakat dengan nyaman,” tutup Widodo Anggota DPRD kabupaten Lampung Selatan.

(AKO)

Example 120x600
Persatuan Wartawan Kalbar (PWK) Anggotab Aliansi Jurnalis Militer (AJMI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner Berita