Gulir untuk baca berita
Bupati dan Wakil bupati Ketapang /kibaunews.id
Example floating
Example floating
Banner bawah menu kibaunews.id
DaerahKetapang

Pelaksana Diduga Menggunakan Material Pasir Pantai pada Pembangunan Puskesmas Kendawangan

×

Pelaksana Diduga Menggunakan Material Pasir Pantai pada Pembangunan Puskesmas Kendawangan

Sebarkan artikel ini
Banner Pita Mozaik 330x60

Ketapang, Kalbar (kibaunews)— Pembangunan Puskesmas Rawat Inap Kendawangan menjadi sorotan warga. Selain persoalan penutupan Jalan Raden Sune, masyarakat mempertanyakan dugaan penggunaan pasir pantai sebagai material dalam pekerjaan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.

Keluhan warga terutama menyangkut apakah material yang digunakan telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar yang dipersyaratkan dalam pekerjaan konstruksi.

AJMI

Warga mengaku kesal melihat material pasir yang digunakan di lokasi pembangunan dan memastikan pasir tersebut adalah pasir pantai. perihal tersebut kemudian menimbulkan kekhawatiran mengenai kualitas material yang digunakan untuk membangun fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Kekhawatiran warga bukan semata-mata mengenai asal material, tetapi menyangkut kesesuaian material tersebut dengan spesifikasi teknis pekerjaan serta dampaknya terhadap kualitas dan ketahanan bangunan dalam jangka panjang.

Tumpukan material pasir pantai pada lokasi pekerjaan pembangunan Puskesmas Kendawangan
Tumpukan material yang disebut warga sebagai pasir pantai pada lokasi pekerjaan pembangunan Puskesmas Kendawangan

Warga Khawatir Soal Keselamatan Bangunan

Sejumlah warga bahkan mengungkapkan kekhawatiran apabila material yang digunakan dalam konstruksi ternyata tidak memenuhi spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.

Salah seorang warga menyatakan dirinya merasa khawatir terhadap kondisi bangunan di kemudian hari apabila material yang digunakan tidak sesuai standar.

Kekhawatiran tersebut muncul karena bangunan yang sedang dikerjakan merupakan Puskesmas Rawat Inap, yang nantinya menjadi fasilitas pelayanan kesehatan dan digunakan oleh masyarakat.

“Yang kami khawatirkan kalau memang material yang digunakan tidak sesuai standar. Jangan sampai nanti bangunan sudah selesai, kemudian terjadi masalah pada konstruksi. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujar warga.

Namun, dugaan tersebut masih merupakan keluhan dan kekhawatiran masyarakat yang perlu mendapatkan penjelasan serta verifikasi teknis dari pihak berwenang. Redaksi tidak menyimpulkan bahwa pasir yang digunakan tidak memenuhi standar sebelum adanya hasil pemeriksaan material atau keterangan resmi dari instansi teknis.

Plang Pekerjaan pembangunan atau pengembangan Puskesmas Rawat Inap Kendawangan oleh CV Multi Perkasa Sentosa sebagai kontraktor pelaksana
Plang Pekerjaan pembangunan atau pengembangan Puskesmas Rawat Inap Kendawangan oleh CV Multi Perkasa Sentosa sebagai kontraktor pelaksana

 

See Also

 

 

Proyek Bernilai Rp8,7 Miliar

Sorotan terhadap material pembangunan menjadi semakin penting karena pekerjaan tersebut menggunakan anggaran APBD Kabupaten Ketapang Tahun Anggaran 2026.

Pekerjaan pembangunan atau pengembangan Puskesmas Rawat Inap Kendawangan dilaksanakan oleh CV Multi Perkasa Sentosa sebagai kontraktor pelaksana.

Adapun nilai pagu anggaran pekerjaan tercatat sebesar Rp8.779.782.000,00, dengan waktu pelaksanaan 120 hari kerja.

Dengan nilai proyek mencapai miliaran rupiah, warga berharap penggunaan setiap material benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam dokumen pekerjaan.

Masyarakat juga meminta pihak terkait tidak menganggap remeh persoalan tersebut dan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai jenis, sumber, serta standar material yang digunakan dalam pembangunan.

Warga Minta Material Diperiksa

Warga berharap instansi teknis terkait dapat melakukan pemeriksaan terhadap material yang digunakan, khususnya pasir yang menjadi sorotan masyarakat.

Menurut warga, pemeriksaan diperlukan agar persoalan tersebut tidak berhenti sebagai dugaan atau spekulasi di tengah masyarakat.

Apabila material yang digunakan memang telah memenuhi standar dan spesifikasi pekerjaan, warga berharap hal tersebut dapat dijelaskan secara terbuka sehingga kekhawatiran masyarakat dapat terjawab.

Sebaliknya, apabila ditemukan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi, warga berharap pihak terkait mengambil langkah sesuai ketentuan.

Bukan Menolak Pembangunan Puskesmas

Warga menegaskan sorotan tersebut bukan berarti masyarakat menolak pembangunan Puskesmas Rawat Inap Kendawangan.

Masyarakat tetap mendukung pembangunan fasilitas kesehatan tersebut. Namun, dukungan itu diharapkan dibarengi dengan jaminan bahwa pekerjaan dilaksanakan secara transparan, menggunakan material yang sesuai spesifikasi, serta memenuhi standar keselamatan konstruksi.

Selain persoalan material, warga sebelumnya juga mempertanyakan penutupan Jalan Raden Sune yang selama ini digunakan sebagai akses masyarakat. Ahli waris menyatakan tanah yang digunakan sebagai jalan tersebut belum pernah diserahkan atau dihibahkan kepada pihak Puskesmas.

Dua persoalan tersebut kini menjadi perhatian masyarakat di tengah berlangsungnya pembangunan Puskesmas Rawat Inap Kendawangan.

Menunggu Klarifikasi Kontraktor dan Pemerintah

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari CV Multi Perkasa Sentosa selaku kontraktor pelaksana, pihak Puskesmas Rawat Inap Kendawangan, maupun instansi teknis Pemerintah Kabupaten Ketapang terkait dugaan penggunaan pasir pantai tersebut.(yh)

Example 120x600
Persatuan Wartawan Kalbar (PWK) Anggotab Aliansi Jurnalis Militer (AJMI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner Berita