Ketapang,Kalbar(kibaunews)— Pemerintah Desa Negeri Baru, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah kondisi kemarau dan kekeringan yang masih melanda sejumlah wilayah.
Upaya tersebut dilakukan menyusul penetapan status tanggap darurat kekeringan dan penanganan bencana asap akibat Karhutla di Kabupaten Ketapang melalui Keputusan Bupati Ketapang Nomor 420/BPBD-B/2026 tertanggal 2 September 2026.
Kepala Desa Negeri Baru, Suda Efendi, mengatakan langkah penanganan di tingkat desa dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta para ketua RT. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat penyampaian informasi sekaligus memantau kondisi masyarakat di masing-masing lingkungan.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan, terutama terkait larangan dan bahaya membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca kering dapat menyebabkan api lebih cepat menyebar.
“Apa yang menjadi arahan Bapak Bupati dan Camat tentu akan kami tindak lanjuti di tingkat desa. Kami bersama BPD dan ketua-ketua RT terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya sangat besar terhadap lingkungan, kesehatan dan aktivitas masyarakat,” ujar Suda Efendi.
Sebagai bagian dari pencegahan, Pemerintah Desa Negeri Baru telah memasang baliho imbauan di sejumlah titik strategis di wilayah desa. Sosialisasi juga terus diperkuat melalui perangkat desa, BPD dan para ketua RT agar pesan pencegahan Karhutla dapat diterima masyarakat secara langsung.
Di tengah ancaman kekeringan, Pemdes Negeri Baru juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan air bersih masyarakat. Penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu warga yang mengalami keterbatasan ketersediaan air akibat kemarau panjang.
See Also
Suda Efendi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh perusahaan yang telah turut membantu Pemerintah Desa Negeri Baru dalam kegiatan penyaluran air bersih kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh perusahaan yang telah ikut membantu dalam penyaluran air bersih untuk masyarakat Desa Negeri Baru. Bantuan ini sangat berarti bagi warga, khususnya di tengah kondisi kemarau dan keterbatasan air bersih,” ungkapnya.
Menurut Suda, dukungan berbagai pihak menunjukkan bahwa penanganan dampak kekeringan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian dan gotong royong dari seluruh elemen yang berada di wilayah desa.
Selain penyaluran air bersih, Pemerintah Desa Negeri Baru juga mempersiapkan pembentukan Tim Patroli Karhutla Desa Negeri Baru. Tim tersebut nantinya akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap wilayah yang dianggap rawan terjadi kebakaran.
Keterlibatan ketua-ketua RT diharapkan dapat membantu mempercepat informasi dari lapangan, sementara BPD turut menjadi bagian dari penguatan koordinasi dan pengawasan bersama pemerintah desa.
Suda kembali mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Pencegahan Karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari jaga desa kita, jangan membakar lahan dan segera laporkan apabila melihat adanya titik api,” pungkasnya.
Dengan memperkuat koordinasi antara pemerintah desa, BPD, ketua-ketua RT, masyarakat, perusahaan dan unsur terkait lainnya, Pemerintah Desa Negeri Baru berharap ancaman Karhutla sekaligus dampak kekeringan dapat ditangani lebih cepat dan tepat di tingkat desa.


















