Gulir untuk baca berita
Bupati dan Wakil bupati Ketapang /kibaunews.id
Example floating
Example floating
Banner bawah menu kibaunews.id
KetapangSosial & Budaya

BPM Ketapang: Rumah Adat Melayu Jangan Sampai Jadi Anak Tiri

139
×

BPM Ketapang: Rumah Adat Melayu Jangan Sampai Jadi Anak Tiri

Sebarkan artikel ini
Banner Pita Mozaik 330x60

Ketapang,Kalbar(kibaunews)-Ketua Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kabupaten Ketapang, Uti Heri Iskandar, mendesak Pemerintah Kabupaten Ketapang agar segera menuntaskan pembangunan Rumah Adat Melayu yang hingga kini belum selesai.

Desakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kritik terhadap ketimpangan pembangunan fasilitas kebudayaan yang dinilai tidak sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan mengembangkan identitas budaya lokal.

⚖️ BANTUAN HUKUM

LBH GEMA BERSATU

JL.Wr.Supratman Ketapang,Kalbar

  • ✔ Konsultasi Hukum
  • ✔ Pendampingan Perkara
  • ✔ Bantuan Hukum

Menurut Heri, penyelesaian Rumah adat Melayu bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan menjadi tolak ukur keseriusan pemerintah daerah dalam menghormati dan melestarikan identitas budaya asli Kabupaten Ketapang.

Ia meminta Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menunjukkan komitmen yang konsisten dengan berbagai pernyataan yang selama ini disampaikan di ruang publik mengenai pembangunan yang berkeadilan dan penghormatan terhadap keberagaman budaya.

“Dalam berbagai kesempatan Bupati sering menyampaikan pentingnya persatuan, pelestarian budaya, dan kearifan lokal. Namun faktanya, Rumah Adat Jawa telah lebih dahulu selesai dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Sementara Rumah adat Melayu yang menjadi simbol budaya lokal Ketapang hingga hari ini belum juga rampung,” ujar Heri Kamis(2 /7/2026).

Ketua BPM(Barisan Pemuda Melayu) Ketapang Uti Heri Iskandar
Ketua BPM(Barisan Pemuda Melayu) Ketapang Uti Heri Iskandar

See Also

 

Menurutnya, perbedaan percepatan pembangunan antara Rumah Adat Jawa dan Rumah Adat Melayu patut menjadi bahan evaluasi serius, baik bagi pemerintah daerah maupun DPRD Kabupaten Ketapang.

Heri menegaskan, BPM tidak mempermasalahkan pembangunan Rumah Adat Jawa karena merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa. Namun, ia menilai prinsip keadilan harus tetap menjadi landasan dalam menentukan prioritas pembangunan.

“Kami tidak menolak pembangunan Rumah Adat Jawa. Namun Rumah Adat Melayu sebagai representasi budaya asli Ketapang seharusnya juga mendapat perhatian yang sama, atau setidaknya diselesaikan secara beriringan. Jangan sampai tertinggal terlalu jauh. Kita juga melihat pada sejumlah kegiatan adat yang melibatkan berbagai organisasi masyarakat Melayu,panitia masih mengalami kesulitan ketika kegiatan berlangsung saat hujan karena belum tersedianya fasilitas yang memadai,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah daerah tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan utama keterlambatan pembangunan.

“Mohonlah pemda jangan beralasan kurangnya anggaran ,kita Taulah bagaimana prioritas anggaran itu didefinisikan dengan label prioritas A,B dan C,jangan sampai masyarakat meminta keterbukaan informasi terkait hal tersebut “tegas Heri

Heri berharap aspirasi tersebut mendapat perhatian serius dari Bupati Ketapang maupun DPRD Kabupaten Ketapang. Ia juga mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata segera melakukan percepatan pembangunan atau setidaknya menyampaikan secara terbuka target waktu penyelesaian proyek kepada masyarakat.

Menurutnya, Rumah Adat Melayu memiliki fungsi strategis, bukan hanya sebagai pusat kegiatan adat, tetapi juga sebagai ruang edukasi budaya bagi generasi muda. Karena itu, penundaan yang berkepanjangan dinilai sudah tidak sejalan dengan semangat pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan.

Sampai berita ini diterbitkan, Bupati Ketapang maupun Dinas terkait belum memberikan tanggapan,Apabila terdapat keterangan resmi dari pihak terkait, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari prinsip keberimbangan informasi.(js)

Example 120x600
Persatuan Wartawan Kalbar (PWK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner Berita